Sabtu, 14 November 2009

4 Metode Pengembangan Diri

Sebenarnya, seperti apa sih metode pengembangan diri yang paling baik itu? Saat ini sudah menjamur training-training semacam ESQ, Emotional Intelligence, SIAWARE, dan lain-lain. Tapi, berdasar pengalaman saya, ada 4 (empat cara) yang bisa kita lakukan untuk mengembangkan diri kita. Yakni : mendengar, membaca, menulis, dan berbicara.

Mendengar
Usahakan memiliki suatu forum sebagai tempat anda mendengar. Untuk siswa/mahasiswa, pastikan anda mendengar segala yang dikatakan guru/dosen dalam pertemuan tatap muka. Jika anda tidak lagi bersekolah/berkuliah, ikutilah satu atau lebih les-les tertentu, misal kursus bahasa, musik, atau lainnya. Untuk yang muslim, khutbah jumat bisa menjadi salah satu forum mendengar ini. Tapi, sekali sepekan rasanya masih kurang. Secara kuantitas, angka 3- 4 dalam sepekan rasanya sudah cukup.

Membaca
Ukurlah kuantitas bacaan anda dalam periode tertentu. Misal : membaca slide presentasi 20-30 halaman sehari, membaca 1 bab dari buku nonfiksi setiap hari, atau menyelesaikan 5-6 buku bacaan dalam sebulan.
Selain itu, membaca tidak harus berarti membaca buku. Alam dan peristiwa sehari-hari sebenarnya dapat juga “dibaca”. Lakukan pemaknaan substansi pada hal-hal yang kita lihat secara langsung. Misalkan, kita mengkorelasikan isi pembicaraan seseorang dengan wawasan yang dimilikinya. Apakah pembicaraan itu tentang kuliner, seni atau teknologi, semua itu merefleksikan wawasan yang dimilikinya. Atau, kita mengkorelasikan kenaikan harga BBM dengan adanya kemungkinan penjajahan ekonomi oleh negara-negara adidaya.

Menulis
Buatlah tulisan secara rutin. Entah itu berupa menulis buku, artikel di koran, atau (hanya) blog. Misalkan, 3 artikel sebulan, atau 2 buku dalam setahun, atau 10 postingan blog dalam sebulan. Maksudnya adalah, kita perlu menuangkan isi kepala kita dalam bentuk tulisan. Selain melatih kemampuan komunikasi lisan, kita sesungguhnya sedang membangun peradaban. Ya, harapannya adalah apa-apa yang kita tulis akan menjadi referensi / sejarah di masa depan. Untuk yang satu ini, berarti kita sudah “meninggalkan” sesuatu.

Berbicara
Usahakan memiliki forum rutin, tempat anda berbicara. Untuk guru atau dosen, pastinya sudah memiliki,’kan? Atau milikilah forum-forum rutin tempat anda berdiskusi. Misalkan, jadilah mentor dalam mentoring agama, atau biasakan mempresentasikan ide dalam rapat-rapat organisasi, atau jadilah trainer motivasi!

Keempat metode pengembangan diri di atas tentunya akan sangat membantu anda dalam mengembangkan kompetensi, terutama bila keempatnya difokuskan dalam topik-topik tertentu. Misalkan, sebagai manajer produksi dalam suatu perusahaan farmasi, anda menyimak presentasi dalam seminar-seminar tentang kemajuan pengembangan obat-obatan kanker, kemudian membaca majalah PHARMABIZ tentang prospek pemasaran obat-obatan kanker, selanjutnya anda menulis essai/membuat presentasi tentang kemungkinan perusahaan anda memproduksi obat-obatan kanker, selanjutnya anda tinggal mempresentasikannya dalam rapat rutin di perusahaan tempat anda bekerja. Keempat contoh metode tersebut tentu akan mengembangkan kompetensi diri anda dalam bidang manajerial produksi.

Sumber :
Ikhwan Alim
Penulis adalah Ketua Himpunan Farmasi Ars Praeparandi 2007-2008
http://ditdik.itb.ac.id/ssdk/?p=22
27 Juli 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar